OTAK KITA
Otak kita terdiri dari sekitar 72-78% cairan, 10-12% protein dan 8-10% lemak. Rata-rata berat otak adalah 2% dari berat tubuh. Otak dapat bekerja secara nonstop 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Otak kita tidak ubahnya sebuah super computer, lebih canggih malah. Tiap orang memiliki kurang lebih 1 triliun sel otak. Dari 1 triliun sel otak ini, 100 miliar adalah sel otak aktif, sedangkan 900 miliar adalah sel otak pendukung.
Dapat dibayangkan bila kita bisa menggunakan kemampuan otak kita melebihi rata-rata (5%), tentu akan banyak hal-hal yang semula kita anggap mustahil akan dapat kita laku
Dr Paul Maclen membagi otak manusia menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah otak reptil, bagian kedua otak mamalia dan bagian ketiga adalah neo cortex.
Otak reptil bermula dari batang otak yang terletak didasar otak dan terhubung ketulang belakang. Otak ini bertugas sebagai pusat kendali, sistem syaraf otonom dan berperan mengatur fungsi utama tubuh seperti denyut jantung dan paru-paru.
Otak reptil juga berperan dalam membuat keputusan saat dihadapkan pada sebuah kesulitan yang mendesak. Reaksi yang dihasilkan otak ini adalah lari atau lawan. Saat otak reptil aktif, kita akan mengalami kebuntuan berfikir. Pemicunya bisa ketakutan stess, kelelahan atau lain yang mengancam keselamatan. Insting atau reflek akan menjadi dominan pada saat tersebut.
Otak mamalia terdiri dari sistem limbic. Pada system limbic ini terdapat amygdala, hippocampus, thalamus dan hypothalamus. Otak ini berperan dalam pengaturan emosi akan hal kita alami. Otak ini juga juga mengatur kebutuhan kita akan hal-hal yang bersifat sosial, mengendalikan sistem kekebalan tubuh, hormone dan memori jangka panjang.
Selanjutnya adalah bagian otak yang disebut neo cortex. Bagian neo cortex ini menempati porsi 80% dari otak manusia. Pada neo cortex terdapat 4 lobus.
Persis dibelakang kening terdapat lobus yang dinamakan lobus frontal atau frontal cortex. Bagian ini merupakan pusat kendali otak, melakukan proses berfikir yang rumit. Lobus frontal juga merupakan bagian otak yang terkait dengan sistem emosi, kepribadian juga memori.
Lalu bagian setelahnya disebut lobus temporal. Lobus temporal berkaitan dengan linguistik. Hal ini berupa suara dan kemampuan bicara.
Bagian neo cortek yang lain dinamakan lobus occipital. Bagian ini berkaitan dengan penglihatan. Mata kita terkait dengan kerja otak ini.
Lalu bagian terakhir disebut lobus pariental. Lobus ini mengendalikan funsi yang berhubugan dengan orientasi, kalkulasi dan sensasi.
Diantara lobus frontal dan lobus pariental terdapat bagian yang disebut motor cortex. Berbentuk seperti sebuah pita, bagian ini berfungsi mengatur gerak tubuh, dan bekerja sama dengan otak kecil untuk mengkoordinasi proses pembelajaran dan keterampilan motorik.
Menurut penelitian Roger Sperry, dia membagi otak manusia menjadi 2 bagian. Bagian ini dikenal dengan nama hemisfer (otak) kiri dan hemisfer kanan. Tiap hemisfer ini mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Hemisfer kiri melakukan tugas yang terstruktur dan bersifat rutin. Otak ini sering disebut juga otak logis. Otak kiri melakukan tugas secara runtut dan terpola.
Otak kanan beda lagi. Otak kanan kebalikan dari otak kiri.oatk ini cenderung acak dalam melakukan tugasnya.
Berdasarkan pengukuran menggunakan Electro Enchepalo Graph (EGG), dikenal 4 gelombang otak yaitu beta, alfa, theta dan delta.
Gelombang beta berada pada kisaran 12-25 Hz. Gelombang beta merupakan gelombang otak dominan saat kita mealakukan aktifitas sehari-hari.
Gelombang alfa berada pada kisaran 8-12 Hz. Gelobang alfa ini adalah gelombang yang memungkinkan kita berada pada kondisi relaks. Gelombang alfa ini juga berkaitan dengan konsentrasi. Pada saat berkonsentrasi melakukan suatu hal dan kita fokus terhadapnya otak akan berada pada gelombang ini.
Gelombang theta berada pada kisaran 4-8 Hz. Pada saat otak berada pada kondisi theta kita akan berada pada kondisi relaks yang dalam (deep relaks). Otak juga akan kreatif saat berada pada kondisi ini. Kondisi ini sering ditandai dengan kondisi kantuk. Bila tidak dikendalikan, kita akan mudah tertidur.
Gelombang delta berada pada kisaran 0.5-4 Hz. Pada kondisi delta kita tidak akan sadar pada lingkungan sekitar kita. Kita akan berada pada kondisi tidur pada saat otak menghasilkan gelombang ini.
Gelombang alfa dan theta memungkinkan otak kiri dan otak kanan berkomunikasi secara intens. Sedangkan gelombang beta membuat otak kiri dan otak kanan bekerja secara terpisah. Otak kiri dan kanan yang bekerja secara terpisah akan menyebabkan kita mudah terkena stress, mudah panik atau tertekan. Kondisi ini tidak baik bagi tubuh baik secara fisik maupun mental. Saat otak tertekan secara mental, fisik kitapun akan mengalami dampaknya.
Diakui ataupun tidak, fisik dan mental kita berkaitan erat. Pernahkah Anda perhatikan saat kita lagi stress tubuh kita akan mudah sekali sakit. Kehujanan sedikit batuk, keanginan sebentar pilek. Padahal pada saat kita tidak stress hal-hal ini jarang terjadi.
Syukurlah pada saat ini telah ditemukan cara-cara supaya kita bisa membuat otak kita menghasilkan gelombang alfa dan theta secara sadar, karena jarang sekali orang yang bisa secara sadar membuat otaknya bisa menghasilkan gelombang alfa dan theta.
Dan kami kini menghadirkan teknologi ini untuk Anda. Dengan CD yang kami produksi akan memungkinkan Anda membuat otak Anda menghasilkan gelombang alfa dan theta kapanpun Anda inginkan. Cukup putar CDnya Anda akan berada pada kondisi relaks dan nyaman.
Sebagai mana kita ketahui, kondisi alfa dan theta memungkinkan otak kiri dan otak kanan kita berkomunikasi secara intens. Kondisi ini memungkinkan pelepasan stress yang kita alami. Kita akan merasa nyaman dan relaks. Kondisi ini juga memungkinkan otak kita menjadi kreatif. Akan banyak hal yang semula tidak kita duga akan muncul pada kondisi ini.
Jadi tunggu apa lagi, lepas stress Anda dan jadilah kreatif nikmati hidup Anda.